| Judul | : | Sosial Budaya Dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) |
| Penulis | : |
Mika Rosaria Aritonang, SST., M.Keb
Mika Rosaria Aritonang, SST., M.Keb Devi Kristina Hutagalung, S.Pd.,M.Pd Dr. Meiyati Simatupang, S.ST., M.KES |
| Editor | : | Tomy Satria Alasi , S.Kom., M.Kom. |
| Halaman | : | v, 112 halaman |
| Ukuran | : | 15,5 x 23 cm |
| Harga | : | Rp31.000 |
| Penerbit | : | Media Publikasi IDPress |
| ISBN | : | Dalam Pengajuan |
| Beli | : | Tokopedia, Google Book, MyEdisi, Google Play |
Sinopsis
Tahukah Anda bahwa di balik kehamilan yang tampak normal, seorang ibu bisa saja sedang perlahan-lahan kehilangan nyawanya—bukan karena penyakit misterius, melainkan karena larangan makan ikan yang diwariskan neneknya? Di banyak komunitas tradisional, Kurang Energi Kronik (KEK) bukan sekadar masalah kurang makan. Ia adalah produk sunyi dari kemiskinan struktural, mitos pantangan makanan, dan ketimpangan gender yang mengikat wanita pada posisi paling rentan. Buku ini membawa Anda menyelami akar sosial budaya dari masalah gizi yang telah lama mengakar di masyarakat. Ditulis dengan pendekatan holistik, buku ini membedah tuntas bagaimana kepercayaan kesehatan, tradisi pesta adat, pola makan lokal, hingga determinan sosial ekonomi berkontribusi pada tingginya angka KEK pada ibu hamil dan wanita usia subur. Namun, ini bukan sekadar analisis kelam. Buku ini menawarkan peta jalan pencegahan berbasis budaya—mulai dari edukasi gizi yang sensitif kearifan lokal, pemberdayaan keluarga, advokasi kebijakan, hingga inovasi sosial seperti Lumbung Gizi Desa. Anda akan dibimbing memahami bahwa penanggulangan KEK tidak cukup hanya dengan suplemen dan makanan tambahan; ia menuntut perubahan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan keadilan sosial. Akankah seorang bidan mampu meruntuhkan tembok mitos yang telah berdiri berabad-abad? Ataukah tradisi akan terus merenggut masa depan ibu dan anak? Temukan jawabannya di dalam buku ini, dan jadilah bagian dari gerakan yang membebaskan generasi mendatang dari belenggu KEK.